Departemen Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor, sebagai bagian dari perguruan tinggi Badan Hukum Milik Negara (BHMN), mengemban tiga amanat pokok dalam tugas dan fungsinya yang disebut TRI DHARMA Perguruan Tinggi. Sebagai perwujudannya, Departemen Agribisnis telah merumuskan visi dan misi, melalui rangkaian layanan akademik, riset, advokasi dan usaha rintisan di bidang agribisnis. Khusus pada aspek layanan akademik, Departmen Agribisnis telah berupaya terus menerus untuk menjadikan program studi yang berkualitas dengan menjamin lulusan memiliki kompentensi agribisnis.
Salah satu program studi yang telah diselenggarakan oleh Departemen Agribisnis yaitu Program Sarjana Major Agribisnis. Dalam rangka menyediakan pengembangan kompetensi agribisnis lanjutan bagi mereka yang pernah belajar agribisnis pada Program Sarjana Major Agribisnis maupun bagi mereka yang berasal dari major pertanian non agribisnis, maka Departemen Agribisnis menawarkan program studi Strata-2 bidang Agribisnis, dengan nama Program Pascasarjana Magister Sains Agribisnis (S2 AGB). Program Pascasarjana S2 Agribisnis adalah program pendidikan pascasarjana yang memfokuskan pada pembentukan dan pengembangan kompetensi agribisnis melalui penguasaan ilmu-ilmu dan ragam ketrampilan pengambilan keputusan (knowledge based decision) untuk entitas organisasi (privat atau publik). Penawaran program ini dilandasi oleh keyakinan bahwa penguasaan ilmu yang memadai dan penguasaan ketrampilan pengambilan keputusan berbasis ilmu yang baik bisa membantu dunia agribisnis Indonesia, khususnya dalam rangka menghadapi perkembangan yang semakin cepat.
Karakteristik agribisnis, khususnya agribisnis tropika, memiliki ciri-ciri sebagai berikut : Pertama, Agribisnis merupakan industri dwi-muka, dimana jutaan entitas usaha berskala rumah tangga berhadapan dengan entitas korporat dengan kapasitas pengembangan yang meng-global. Mengupayakan agar dua kelompok pelaku bisnis ini bisa berdampingan hidup utamanya diperlukan kompetensi pengambilan keputusan yang dilandasi ilmu dan ketrampilan bisnis yang tinggi. Kedua, pada sisi produksi dalam sistem agribisnis, teknologi rekayasa genetika telah membuka cakrawala baru dalam teknik budidaya yang melahirkan konsekuensi perubahan pola/kombinasi input produksi. Ketiga, pada sisi delivery dan pengolahan, bangkitnya semangat kemitraan antar agen ekonomi di sepanjang rantai pasokan produk agribisnis terhambat oleh motif-motif abusive dan predative oleh pencari rente, yaitu mereka yang selama ini menikmati eksploitasi oleh adanya kegagalan pasar di sektor ini. Keempat, layanan publik dan sub-sektor pendukung lain kepada sektor agribisnis, cenderung asymetri, dengan akibat lemahnya akses baik bagi pasar input maupun output pada agribisnis skala kecil, sementara sektor korporat menikmati layanan yang relatif lebih baik. Kelima, krisis energi dan kecenderungan semakin tingginya penggunaan bahan bakar minyak berbasis tanaman (biofuel) telah membuka peluang pasar bagi petani secara keseluruhan, tetapi juga mendatangkan ancaman krisis pangan global. Meskipun masih menghadapi persoalan kelembagaan, sektor agribisnis Indonesia memiliki peluang nyata untuk berkembang.
Deskripsi perkembangan di atas dapat diantisipasi dan diatasi oleh ahli Agribisnis yang adaptif dan responsive. Dengan kata lain ahli agribisnis harus siap secara memadai dengan perlengkapan ilmu dan ketrampilan agribisnis yang semakin maju dan mendalam. Ini merupakan tantangan bagi semua stakeholders agribisnis. Dengan memperhatikan hal tersebut, maka salah satu alternatif yang ditawarkan oleh Departemen Agribisnis adalah mendirikan Program Pascasarjana Agribisnis.
Prakarsa pendirian program ini merupakan wujud komitmen Departemen Agribisnis sebagai salah satu stakeholder agribisnis dalam menjawab tantangan di atas. Program ini akan memperlengkapi lulusannya dengan ramuan ilmu pengetahuan baik dasar maupun terapan yang pada ujungnya akan memperkuat dan memperdalam kompetensinya dalam bentuk pemahaman dan analisis, serta ketrampilan membuat keputusan agribisnis berbasis ilmu pengetahuan.
Pendirian Program Pascasarjana Agribisnis ditempuh melalui pendekatan logis ilmiah, mengikuti pedoman formal IPB, dimana penetapannya ditentukan secara bertahap melalui langkah langkah berikut :